Ngaji Dan Baksos Almaas Bersama Komunitas Mancing Sehat Peduli Anak-Anak Yatim Di Pantai Pelabuhan Sepuluh Madura

Almaas Griya Insani Muslim Surabaya Dakwah Sosial
Keutamaan Bulan Muharram Dan Keistimewaan Hari ‘Asyuro (10 Muharram)
September 10, 2019
Almaas Griya Insani Muslim Surabaya Dakwah Sosial
Subhanallah Inilah Beberapa Keutamaan Penghafal Al Qur’an
September 23, 2019
Almaas Griya Insani Muslim Surabaya Dakwah Sosial

Almaas Griya Insani Muslim Surabaya Dakwah Sosial

Almaas Griya Insani Muslim Surabaya Dakwah Sosial

Ngaji Dan Baksos Almaas

Bersama

Komunitas Mancing Sehat

Peduli Anak-Anak Yatim

Di Pantai Pelabuhan Sepuluh Madura

oleh Redaksi Batubeling Almaas

almaas.co.id – Perjalanan tim batubeling almaas ke pantai pelabuhan sepuluh madura ini merupakan perjalanan pertama kali menginjakkan kaki di bumi madura. Bersama kawan-kawan dari komunitas mancing sehat kami berangkat pukul 09.30 WIB pagi. Medan jalan yang kami lalui cukup bergelombang dan masih banyak ditemui jalanan yang berlubang. Hingga akhirnya sampailah kita di tempat lokasi pukul 11.00 di warung bu Anas. Kami langsung disambut hangat dengan suguhan es the dan kopi dari pemilik warung dan sapaan dari warga sekitar. Karena memang, kawan-kawan komunitas mancing ini sudah lama akrab dengan warga sini. Bagaimana tidak, hampir setiap minggu agenda mereka memancing ikan ya di lokasi tersebut.

Satu jam kami melepas lelah, dari kejauhan terdengar suara adzan, menandakan masuknya waktu sholat dzuhur. Ya, memang di lokasi ini sangat jauh dari masjid. Di warung bu Anas hanya menyediakan musholla ala kadarnya, yang saat itu masih ditempati orang-orang yang masih tidur. Segera kami mengambil air wudhu untuk bergegas menunaikan ibadah sholat dzuhur. Terlihat anak-anak yatim ditemani ibunya sudah berkumpul di lokasi samping warung bu Anas yang biasanya dipakai untuk parkir motor dan mobil. Yang jika ada kegiatan rutin baksos seperti ini, tempat itu digelari terpal dan tikar.

Kak Ryan, salah satu anggota dari komunitas mancing sehat yang sekaligus berprofesi sebagai badut, membuka kegiatan ini. Dia bercerita bahwa pada kegiatan baksos kali ini ada hal yang istimewa. Istimewanya adalah pada baksos kali ini akan ada siraman rohani dari almaas. Karena biasanya baksos sebelum-sebelumnya anak-anak dihibur oleh badut (yang diisi oleh kak Ryan sendiri).

Ust. Faisol, yang menjadi perwakilan dari perusahaan batubeling almaas mengawali pembicaraan dengan menyampaikan rasa terima kasih mewakili perusahaan karena telah diajak oleh komunitas mancing sehat untuk ikut turut serta berkontribusi dalam kegiatan baksos ini. Kemudian Ust. Faisol menceritakan sedikit tentang sejarah berdirinya almaas, dan berbagai program-programnya.

Ust. Faisol membuka topik kajian dengan menceritakan kisah sahabat nabi Abdullah Ibnu Mas’ud yang bertanya kepada Rasulullah Muhammad SAW tentang “Amalan Apa Yang Paling Dicintai Allah SWT?”.

Rasulullah SAW menjawab, Sholat Pada Waktunya. Kemudian apa? Kata Abdullah Ibnu Mas’ud. Beliau menjawab, Berbuat Baik Kepada Orangtua. Kemudian apa? Kata Abdullah Ibnu Mas’ud lagi. Beliau menjawab, Jihad Fi Sabilillah. (HR. Bukhari Muslim)

Amalan Pertama, Sholat Pada Waktunya.

Maksudnya sholat pada waktunya adalah dengan menjaga agar jangan sampai sholat di akhir waktu apalagi di luar waktunya. Tetapi harus diusahakan untuk menyegerakan sholat di awal waktu. Sebab sholat di awal waktu memiliki keutamaan tersendiri bagi yang mengerjakannya.

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An Nisa`: 103).

Ust. Faisol kembali mengingatkan kita akan syahadat. Yaitu perjanjian kita (sebagai hambaNya) kepada Allah (Tuhan kita). Kalau orang sudah berjanji, maka harus ditepati, harus bertanggung jawab akan janjinya. Nah, kita sudah memutuskan untuk menjadi orang Islam, maka konsekuensinya adalah ya harus melaksanakan semua kewajiban yang diperintahkan Tuhan kita, dan menjauhi semua yang dilarangNya. Salah satunya adalah dengan menjalankan sholat 5 waktu. Sebagai tanda mulianya shalat, saat lupa atau ketiduran (asalkan bukan kebiasaan) tetap harus dikerjakan saat ingat atau tersadar.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا ، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

“Barangsiapa yang lupa shalat, hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Tidak ada kewajiban baginya selain itu.” (HR. Bukhari, no. 597; Muslim, no. 684)

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barangsiapa yang lupa shalat atau tertidur, maka tebusannya adalah ia shalat ketika ia ingat.”    (HR. Muslim, no. 684)

Amalan Kedua, Berbakti Kepada Kedua Orangtua.

Ada kisah seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah SAW.

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Rasulullah SAW menjawab, “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya kembali, “Kemudian siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Lagi-lagi beliau menjawab, “Ibumu.” Orang itu pun bertanya lagi, “Kemudian siapa?” Maka beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Melalui hadits diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa betapa agungnya derajat martabat orangtua (terutama ibu), sehingga menyakitinya tidak diragukan lagi merupakan dosa besar. Jangan buat orangtua kita sakit hati karena melihat ulah kita yang tidak berbakti kepada mereka. Jika ada diantara kita yang kedua orangtuanya masih hidup, maka bahagiakanlah semaksimal mungkin. Karena jika nanti kita ditinggal salah satunya, kita pasti sedih dan menyesal karena merasa belum membahagiakan sepenuhnya. Jika ada diantara kita yang salah satu atau kedua orangtuanya sudah meninggal, maka doakanlah. Sesungguhnya doa dari anak yang sholeh sholehah itulah yang dibutuhkannya.

Amalan Ketiga, Jihad Fi Sabilillah (di jalan Allah).

Kedudukan jihad dalam agama Islam sangat agung. Namun sayang banyak kaum muslimin yang salah mempersepsikan makna jihad yang hanya memerangi orang-orang kafir saja. Anak-anak muda saat ini, mudah sekali terpengaruh dengan gelamornya dunia. Sehingga mereka pun terpengaruh lingkungan yang jelek, bergaul dengan teman-temannya yang mengajak untuk jauh dari Allah. Sudah seharusnya seorang muslim memulai jihad nafsi. Yaitu taat kepada Allah dengan cara memerangi diri sendiri untuk mau menuntut ilmu dan memahami agama Islam dengan memahami Al-Qur’an dan As Sunnah.

Di akhir sesi ngaji bareng ini, Ust. Faisol mengingatkan kepada semua warga yang hadir dalam acara tersebut untuk sama-sama berhijrah. Karena acara tersebut berlangsung di bulan Muharram, yang mana di bulan muharram ada peristiwa besar yaitu hijrahnya (berpindah tempat) Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya dari Mekkah ke Madinah. Maka, untuk kita yang hidup di jaman sekarang ini marilah kita maknai hijrah sebagai bergerak mendekat kembali kepada Allah SWT.

Setelah Ust. Faisol selesai memberikan kajiannya, acara dipungkasi dengan doa yang dipimpin oleh ketua komunitas mancing sehat yaitu Bpk. Untung dan serah terima Al-Qur’an, sembako, balon. Dan acara ini ditutup dengan makan bersama.

almaas.co.id dikelola oleh jaringan penulis, tim editor dan tim IT BatuBeling. Mari turut berkontribusi dan berdonasi dalam berbagai kegiatan dakwah, sosial, dan usaha kami. Selengkapnya klik www.almaas.co.id dan chat di nomor whatsapp kami.

Jazaakumullaahu Khoiron Katsiiroo

 

Ustad Faisal Romadhoni

Pengajar dan Content Creator di Almaas Griya Insani Muslim

ALMAAS
ALMAAS
Griya Insani Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CS 1
CS 2
× DAFTAR ONLINE